Janganlah masalah
yang menimpa kita dianggap sebagai beban apalagi bencana, namun anggaplah sebagai
karunia untuk meningkatkan ilmu, amal, wawasan dan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Fitnah, musibah,
kekurangan harta, penyakit, penghinaan, adalah sebagian masalah yang akan
selalu menghampiri kita. Kemanapun kita pergi dan dimanapun kita berada, ia
akan selalu turut serta. Masalahnya, bagaimana sikap kita terhadap masalah
tersebut ?. Inilah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup kita; bahagia
atau nestapanya perasaan kita.
Bukankah selama
bertahun-tahun sekolah, kita harus menghadapi berbagai macam ujian hingga
akhirnya kita lulus dan dihormati sebagai orang berpendidikan ?. Kuncinya, bila
ingin mendapatkan nilai terbaik, kita harus mempersiapkan diri dengan belajar
dan berlatih terus menerus. Setelah itu hadapi ujian dengan niat dan cara
terbaik agar lulus dengan nilai terbaik.
Nah, ketika
dihadapkan pada sebuah masalah, sikap seperti apa yang harus kita ambil ?.
Berikut ini adalah cara menghadapimasalahputrialvian08.blogspot.com yang harus kita lakukan :
1.
Jangan panik
Saat tertimpa suatu
masalah, langkah pertama yang harus kita ambil adalah jangan panik. Kepanikan
hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan masalah. Maka latih diri dan
keluarga untuk tenang dan tidak panik menghadapi situasi segawat apapun.
2.
Jangan emosional
Jangan terpancing
untuk marah dan bertindak emosional ketika kita dihadapkan pada suatu masalah.
Marah hanya akan memuaskan nafsu, sedangkan nafsu yang tidak terkendali bukan
jalan meraih kebenaran dan kemuliaan hidup. Bukan tidak boleh kita bertindak,
yang tidak boleh adalah bertindak secara emosional.
3.
Jangan tergesa-gesa
Tergesa-gesa itu
berasal dari setan. Tindakan tergesa-gesa hanya akan menuai penyesalan. Maka
kendalikan diri, jangan ingin cepat-cepat menyelesaikan suatu aktivitas tanpa
perhitungan matang. Saat kita dihadapkan pada masalah yang rumit, segera
petakan masalah tersebut, kumpulkan informasi secara BAL (benar, akurat, dan
lengkap). Setelah informasi terkumpul baru kita membuat keputusan dan segera
bertindak.
4.
Jangan larut mendramatisasi
Sebagian penderitaan
yang dialami adalah hasil dramatisasi pikiran kita sendiri. Akibatnya persoalan
jadi tampak gawat, darurat, dan mencekam. Padahal boleh jadi setelah dijalani,
masalah tersebut tidak segawat dan semencekam yang diperkirakan.
5.
Jangan putus asa
Masalah akan membuat
kita terpuruk dan menjadi hina, bila kita putus asa menghadapinya. Putus asa
terlarang bagi seorang Muslim. Putus asa lahir dari lemahnya ilmu dan keyakinan
pada Allah SWT.
Ingatlah, bersama
kesulitan pasti ada kemudahan. Kita tidak mungkin lepas dari masalah. Maka,
amalkan prinsip-prinsip di atas saat masalah menimpa. Lalu terima dan hadapi
masalah tersebut dengan “lapang dada”. Setelah itu jalani sebagai sebuah
“proses pembelajaran,” kemudian hayati “hikmah” dibalik masalah itu, hingga
akhirnya kita bisa menikmatinya sebagai “karunia” dari Allah SWT. Wallahu
alam.***